Wonogiri, 9 Juni 2026 – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Anggrek Kecamatan Wonogiri menyelenggarakan kegiatan Pembukaan KKG dan Pembinaan Guru pada Selasa (9/6/2026) bertempat di Aula SD Negeri 7 Wonogiri. Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh seluruh kepala sekolah se-Gugus Anggrek serta guru anggota KKG dari tujuh sekolah dasar yang tergabung dalam Gugus Anggrek.
Adapun sekolah anggota Gugus Anggrek meliputi SD Negeri 7 Wonogiri, SD Negeri 1 Wonokarto, SD Negeri 2 Wonokarto, SD Negeri 1 Giriwono, SD Negeri 3 Giriwono, SD Negeri 2 Giripurwo, dan SD Negeri 2 Wuryorejo.
Mengusung tema “Guru Peduli, Anak Terlindungi”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian guru terhadap perlindungan anak di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Acara diawali dengan sambutan Ketua KKG Gugus Anggrek, Ibu Umi Azizah Fauzana, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan KKG serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi guru, mempererat kolaborasi antaranggota KKG, serta memperkuat peran guru dalam memberikan perlindungan dan pendampingan terbaik bagi peserta didik.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua K3S Gugus Anggrek, Bapak Toyik Haryanto, S.Pd.SD., M.Pd. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara kepala sekolah dan guru dalam mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui budaya sekolah yang positif dan berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Korwilcam Bidik Kecamatan Wonogiri, Ibu Sri Gunanti, S.Pd., M.Pd. Selain membuka kegiatan, beliau juga menjadi narasumber utama dalam sesi pembinaan guru. Dalam materinya, beliau mengajak seluruh peserta untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap hak-hak anak serta membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Beliau menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pelindung, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, setiap guru diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung perkembangan karakter, potensi, dan kesejahteraan anak.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pembinaan dengan antusias. Berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik baik terkait perlindungan anak di sekolah turut dibahas sebagai upaya memperkuat implementasi sekolah ramah anak di masing-masing satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, KKG Gugus Anggrek berharap seluruh guru semakin memahami pentingnya perlindungan anak dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Semangat yang diusung dalam tema “Guru Peduli, Anak Terlindungi” diharapkan menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.


